Sarana komunikasi sejarah, musik dan sastra serta sosiologi ============================= CP:bambangindri@gmail.com indriyantob@yahoo.co.id Facebook: Bambang Indriyanto
Minggu, 14 Desember 2008
Seminar Peningkatan kesadaran Sejarah
Pada Tanggal 2 Desember sampai 4 Desember 2008 di Hotel Indonesia Jl Gajah Mada Pekalongan, telah diselenggarakan kegiatan Pembinaan Kesadaran Sejarah bagi Generasi Muda yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Seksi Nilai bidang Nilai Budaya, Seni dan Film.Adapun sasarannya adalah siswa/siswi SMA dan SMK diseluruh Kabupaten kota di ex Karesidenan Pekalongan dari ujung timur yakni Kabupaten Batang sampai Kabupaten Brebes, dengan peserta dan pendamping masing-masing kabupaten kota sebanyak sembilan orang.Pelaksanaan kegiatan ini dibuka oleh Drs Agus Dono Karmadi.
Peserta diberi bekal materi dalam bentuk ceramah yang diberikan oleh para pakar sejarah seperti Prof. Dr Wasino dari Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Dr Warto dari Jurusan Sejarah UNS, serta Dr. Yetty Rochwulaningsih, M Si dari Jurusan Sejarah UNDIP, serta pemakalah lainnya.Selain diberi materi di ruangan, peserta diajak mengunjungi obyek sejarah seperti Museum Batik Pekalongan, Klenteng Po An Thian Pekalongan serta Makam leluhur bupati Tegal Ki Gede Sebayu Di Dana warih dan Makam Sunan Amangkurat I di Kabupaten Tegal.Semangat kebangsaan yang dikawatirkan menurun diingatkan kembali salah satunya lewat penyadaran sejarah, nasionalisme serta wawasan kebangsaan.
Para siswa umumnya tertarik dengan kegiatan ini dan baru tahu disekitar mereka ternyata ada obyek sejarah yang menarik, seperti museum batik di Pekalongan yang berisi koleksi batik pekalongan dan nusantara serta diajarkan cara membuat batik. Selain itu dengan melihat klenteng tua Po An Thian secara dekat, mereka tahu ada kegiatan apa di balik klenteng itu.Peserta diingatkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa serta kesadaran bersejarah serta menghargai para pahlawannya. Bukankah ungkapan bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya dan ingat pula ungkapan Jas Merah. Jangan Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Nah lho!
Pekalongan 4 Desember 2008
Bambang Indriyanto, S.Pd.
Kamis, 11 Desember 2008
SISWA YANG TUNTAS PADA MAPEL SEJARAH DI SMANTANG
kELAS x 7 : No absen 14, 16, 18, 19, 20
Kelas X 8 : No absen 4, 6, 20
Kelas XI IPA 1 No absen 2, 5, 6 ,14, 25, 28
Kelas XI IPA 2 No absen 3, 4, 17, 19, 21,22, 24, 32
Kelas XI IPA 3 No absen 10, 26, 30, 40
Kelas XI IPA 4 No absen 3, 16, 19, 22, 26, 28
Kelas XII IPS 1 No absen 1, 3,6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 34
Kelas XII IPS 2 No absen 3, 6, 7, 9, 13, 17,19
Kelas XII IPS 3 No absen 6, 7, 8, 11,12, 18, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 31, 32
Rabu, 10 Desember 2008
Tugas Mapel Sejarah untuk anak Smantang
Kelas X, XI IPA dan XII IPS : Siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 68 untuk mengikuti remidial tes dengan mengerjakan soal Ulangan Akhir Semester boleh memilih Soal A atau B dan dikumpulkan paling lambat Hari Sabtu Tanggal 13 Desember 2008 Jam 12.00 WIB diserahkan kepada Bapak Bambang serta nilai rapor dianggap lengkap apabila tugas-tugas terstruktur dan non struktur sudah diserahkan juga. Harap diperhatikan !
Rabu, 26 November 2008
Puisi 19
TRAGEDI DARI KEBON ROJO :
PERISTIWA 3 OKTOBER 1945 DI PEKALONGAN
Bambang Indriyanto
Memandang patung monumen di hari senja
ingin menerawang ke masa purba
di tahun empat lima, bulan oktober hari ketiga
episode sejarah terjadi sudah
seperti yang telah diceritakan simbah :
tentang sepenggal revolusi lokal berdarah
Gema proklamasi dari pegangsaan
dibawa burung, angin serta gerbong kereta api
bagai embun teterkan kesejukan sukma
pelepas dahaga dari panasnya angkara
yang berpuluh bahkan beratus tahun renjana
Sang petinggi ingkar janji
rakyat mesti ambil alih dari kempetai
dengan aksi maupun kompromi
asal rakyat bersatu padu dalam damai
Pagi yang cerah massa datang dari berbagai arah
berjejer di Kebon Rojo melimpah ruah
sambut pemimpinnya berunding dengan gagah
Namun
dalam suasana perundingan, terdengar letusan tembakan
entah dari mana, entah oleh siapa
disusul berondongan mitraliur jepang meraung garang mencari mangsa
banyak yang berteriak kesakitan
semua geram, raga tak mampu melawan
ini bukan pertempuran kawan
tetapi pembantaian rakyat pekalongan
suasana mencekam, sepi dan sunyi
tiga puluh tujuh nyawa melayang
dua belas orang tergeletak, sekarat dan cacat
hai kawan, semangatmu takkan pernah hilang
tetap terpatri dihati anak negeri
yang selalu memaknai serta memberi arti
pada tulang-tulang yang mati
untuk dipersembahkan kepada bunda pertiwi
Pekalongan, 7 Mei 2007
( Antologi Puisi Tentang Kota Pekalongan , Agustus 2007 )
Puisi 18
BERANI BERKATA TIDAK
Bambang Indriyanto
Angan menembus ke langit
jalan – jalan ke bulan
dan bermain dengan bintang – bintang
katamu
Hidup bagai di surga
Bernyanyi bersama bidadari
Serta berenang di telaga madu
Itu juga katamu
Tapi aku
tahusemua adalah ilusimu
yang jelas badanmu lesu
kau orang yang putus asa
dan otakmu bekrja tak wajar
agresif, penuh halusinasi
dan cepat mati
akankah mudamu tergerogoti
oleh jarum – jarum mematikan
akibat obat neraka
Hey kamu,
Ingat masa depanmu terbentang panjang
Hindarkan berselingkuh dengan benda haram
Yang akan menghancurkan ragamu
Dab juga bangsamu
Beranilah berkata tidak
Untuk narkoba
SAY NO TO DRUGS
FOR ALL AT YOU, GUYS !
Batang, 27 Mey 2008
Puisi 16
PERSATUAN
Bambang Indriyanto
Indonesia negeri kaya sejak dulu kala
Pemandangan alammya dan budaya tada bandingnya
Alangkah bangganya karuniaNYA
Akan kujaga dari
kerusakan
Persatuan dan kesatuan slogan keakraban bangsa
Wahai pemuda, singsingkan lengan baju dan tuntut ilmu
Kembangkan bangsa dan negaramu
Tetap dalam satu padu
Pekalongan, 11 Agustus 2002
Puisi 17
MENANTI FAJAR
Bambang Indriyanto
Angin dingin membasahi daun-daun
Kubuka jendela
Embun pagi menggoyangkan
Sekuntum mawar harum
Kutersenyum
hening, oh sepi
Selembar kabut tipis bagai rambutmu
Suasana hening
Tergambar kembali kenangan bersamamu
Kutertegun bagai mimpi sedih
Bagaikan anak panah
Waktu cepat berlalu
Menerbangkan segala anganku
Kehangatan mentari menjalar ke hati
Kuinginkan
Kubuka hati kudengar puisimu
Angin berhenti
Langit merah darah
Fajar hatiku
Kesejukan kini kurasakan
Pekalongan, 7 Januari 1979
Puisi 13
BULAN INI
Bambang Indriyanto
Sertifikat kesucian perlu dimiliki
sebab Allah membuka pintu surga
dan membelenggu setan penebar goda
Apakah akan kita sia-siakan
segala hidup dan kehidupan
Dengan membangunkan
Kemunafikan
Keangkaraan
Kesirikan
Dalam setiap langkah jalan
Akankah dituruti
Suara hati tanpa hati-hati
Hingga kita terlempar ketrotoar
Dengan luka memar
Pedih, perih dan merintih
Dengan langkah gontai serta tertatih-tatih
Pekalongan, Februari 1988
Puisi 14
KEPEDULIAN
Bambang Indriyanto
Hijaunya hutan dan jernih air
Menghampar di persadaku
Tanah subur lautan membiru
Ahugerah yang Maha Tahu
Akan kah kau rusak segalanya
Kau habiskan saat ini
Tanpa ingat anak cucu lagi
Yang tak sempat menikmati
Jaga negerimu dari kerusakan dan pencemaran
Biarlah sungai selalu ceria
Puspa satwa bergembira
Marilah kita ikut peduli
Dan mrasa memiliki
Manfaatkanlah ciptaan Illahi
Untuk sekarang sampai nanti
Batang, 10 Februari 1993
Puisi 15
KASIH IBU
Bambang Indriyanto
Menjelang tidurku
Ibu bercerita dongeng dan teladan
dan nyanyikan lagu pengiring mimpiku
dengan kasih sayangmu
tutur kata lembut ibu mendidikku
gar tabah selalu
hadapi rintangan dalam kehidupan
ibu, aku menirumu
Bila ibu marah kepadaku
bukan untuk membenciku
bila ibu, menyayangi daku
bukan memanjakanku
Aku takkan mampu membalasmu ibu
Jasamu padaku
Hanya doa suci dan selalu berbakti
Tuhan akan restui
Pekalongan, 25 November 1993
