SISWA SMAN 1 BATANG dikumpulkan paling lambat
Sarana komunikasi sejarah, musik dan sastra serta sosiologi ============================= CP:bambangindri@gmail.com indriyantob@yahoo.co.id Facebook: Bambang Indriyanto
Minggu, 01 November 2009
PENGUMPULAN TUGAS SEJARAH
SISWA SMAN 1 BATANG dikumpulkan paling lambat
Senin, 07 September 2009
Seminar Internasional
INTERNATIONAL SEMINAR
TRADITIONAL PERFORMING ART
UNDER CULTURAL CHANGE:
Comparative Study of Asian Countries
Latar Belakang
Seni pertunjukan tradisional baik musik, tari, teater, maupun seni resitasi berperan penting dalam kehidupan setiap masyarakat. Khususnya dalam masyarakat di negara- negara Asia, seni pertunjukan tradisional bukan hanya berfungsi sebagai sarana hiburan pribadi dan tontonan, tetapi juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari ritual. Sebagai contoh di Indonesia wayang kulit purwa digunakan pula untuk kepentingan ruwatan. Demikian halnya dengan negara-negara lain, seperti di Vietnam hat ceo yang merupakan gabungan dari seni tari, nyayian, dan lawak digunakan untuk ritual pertanian; di Thailand tari jatri digunakan untuk ritual animistis ; dan di Myanmar tari nat pwe ditujukan untuk pemujaan ruh.
Seni pertunjukan tradisional dipengaruhi oleh dinamika masyarakat pendukungnya. Pengerukan kekayaan yang dilakukan Eropa melalui kolonisasi atas bangsa-bangsa Asia, misalnya ,telah menyebabkan kemerosotan ekonomi yang berdampak pula pada kemunduran seni pertunjukan tradisional. Namun demikian , di sisi lain , kondisi itu juga mempengarui perluasan fungsi seni pertunjukan tradisional sebagai media untuk membangkitkan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial. Pada masa selanjutnya , seiring dengan penyebaran komunisme pada dekade 1960-an , seni pertunjukan tradisional juga digunakan sebagai media propaganda untuk menarik dukungan massa.
Dewasa ini masyarakat khususnya di negara- negara dunia ke-3 di Asia sedang memasuki transformasi sosial tahap lanjut yang ditandai dengan ekspansi pasar dan penyatuan ke dalam tatanan global. Dalam kondisi itu pasar menempati posisi sentral dan dijadikan acuan dalam pembentukan nilai-nilai dan orientasi hidup . dalam konteks itu , seni pertunjukan tradisional mengalami perubahan . Seni pertunjukan tradisional cenderung mengarah pada pemenuhan selera pasar , menjadi seni komersial yang lebih berfungsisebagai tontonan.
Sudah barang tentu berkembang seni pertunjukan tradisional yang terjadi di berbagai negara di Asia itu tidak berjalan dalam garis yang sama, baik akibat perbedaan dinamika internal maupun perbedaan kedalam pengaruh globalisasi. Dalam seminar ini akan dibahas tentang seni pertunjukan tradisional di Korea , Myanmar, Thailand, Jepang, dan indonesia dalam konteks perubahan budaya.
Tujuan
- Mendisemisasikan hasil hasil kajian tentang seni pertunjukan tradisional di beberapa negara Asia, khususnya tentang hubungan antara perubahan sosial terhadap perkembangan seni pertunjukan tradisional.
- Menggali gagasan-gagasan segar untuk mendorong tumbuhnya kajian perbandingan seni seni pertunjukan tradisional di negara-negara Asia.
Pembicara
- Prof. MATSUMOTO Seiichi, Guru besar pada Universitas Tokyo Jepang, ahli Korea.
- Prof. Dr. ISHII Takanori, Guru besar pada Universitas Tokyo Jepang, ahli Myanmar.
- Prof. INOUE Seiji, Guru besar Emeritus pada Universitas Hiroshima.
- Drs. Dhanang Respati Puguh, M. Hum.,dosen pada Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.
- Prof. Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, M. Hum., Guru besar pada Institut Seni Indonesia, Surakarta.
Peserta
Seminar akan diikuti oleh para seniman , guru kesenian, guru IPS, guru Sejarah , dosen seni budaya, sejarawan , pejabat pemerintah, dan lain-lain. Peserta berjumlah 100 orang.
Itulah brosur Seminar Internasional dari Panitia Seminar TRADITIONAL PERFORMING ART UNDER CULTURAL CHANGE:Comparative Study of Asian Countries yang dilaksanakan oleh Pusat Studi AsiaFakultas Ilmu Budaya UNDIP Pada Tanggal 6 Agustus 2009 di Kampus Pasca Sarjana UNDIP.
Paparann
- Prof. MATSUMOTO Seiichi, Guru besar pada Universitas Tokyo Jepang, ahli Korea.membahas perubahan pedesaan dan Festival di Korea Selatan.
- Prof. Dr. ISHII Takanori, Guru besar pada Universitas Tokyo Jepang, ahli Myanmar., membahas Perubahan Budaza Chinlon Olah Raga Tradicional di Myanmar.
- Prof. INOUE Seiji, Guru besar Emeritus pada Universitas Hiroshima. Beliau membahas Transformasi Festival Air ( Songkran ) di Thailand dan Mengelap ( Membersihkan Rumah ) di Jepang
Untuk Ketiga Profesor dari Jepang ini Moderatornya Prof. Ir Eko Budiharjo, M sc. Sedangkan Dr Agus Maladi Irianto, MA menjadi moderador untuk pembicara :
- Drs. Dhanang Respati Puguh, M. Hum.,dosen pada Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, yang membahas masalah Dari Pakeliran Adiluhung Ke Pakeliran Glamour Spektakuler : Pertunjkan wayang kulit Purwo Gaya Surakarta dalam perubahan Budaya.
- Prof. Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, M. Hum., Guru besar pada Institut Seni Indonesia, Surakarta, memaparkan tentang Gladen Dalam Seni Pertunjukan Tari Tradusional Jawa..
Menariknya Seminar ini menggunakan tiga bahasa yakni, Inggris, Jepang dan Indonesia.Untuk mengisi pergantian pembicara ketiga dan ke empat, ditampilkan pagelaran tari dengan mengambil penggalan tari Mustakaweni dan Srikandi dari mahasiswi ISI Surakarta.Sebagai ketua MGMP Sejarah SMA Kab. Batang saya di undang untuk mengikuti acara seminar ini mewakili guru Sejarah SMA di Batang merasa senang dan banyak mendapatkan manfaat walau berakhir sampai sore dan banyak pesertanya yang berasal dari luar Semarang namun tetap antusias mengikuti sampai selesai. Salut untuk jurusan sejarah UNDIP.( Sumber Brsur dan bahan seminar ).
Selasa, 01 September 2009
TUGAS SEJARAH
Untuk mengumpulkan tugas meringkas buku sejarah dari BSE
paling lambat tanggal 12 September 2009
Selasa, 21 Juli 2009
Materi Kepurbakalaan dari Pak Mul
Oleh : Mulyono Yahman
Di Dukuh Kupang Desa Brokoh Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang terdapat fragmen arca Gajah. Disebut demikian karena arca ini ditemukan dalam kodisi tidak utuh,sebagian yang masih bisa diliat atau dikenali ada bentuk Gajah, ada kaki manusia dan juga ada sayap sayap burung. Sedangkan sebagian atas hilang dan tidak dapat ditemukan . berdasarkan data temuan yang ada, maka dapat diprediksi bahwa bagian atas dimungkinkan Dewa Wisnu, hal ini dihubungkan dengan adanya sayap burung.Ikonografi pada umumnya burung berarti burung Garuda,yang merupakan kendaraan Dewa Wisnu.
Gambaran arca tersebut diatas berdasarkan pada metode perbandingan ( studi komparatif ) maka fragmen arca Gajah yang ada di Kupang erat hubungan dengan epos karivarada seperti yang ada di Mysore India.
Dewa Wisnu merupakan salah satu Dewa yang tergabung dalam dewa-dewa utama Trimurti, yang terdiri dari Brahma – Wisnu – Siwa. Pemujaan terhadap dewa Wisnu banyak disinggung dalam kitab-kitab Veda, bahwa dewa Wisnu mempunyai tugas sebagai dewa yang memelihara dan mempertahabkan dunia agar tetap damai dan tidak hancur atau rusak.
Sebagai Dewa pemelihara Wisnu kerapkali turun ke dunia untuk menolong dunia dari kehancuran. Dalam upaya menolong dunia Wisnu menjelma dalam berbagaiperwujudan atau avatara menjadi 10 karakter, dan salah satu diantaranya ialah berkarakter sebagai paracuramavatara ( Rama yang bersenjatakan kampak ).
Dalam epos karivarada Wisnu naik Garuda yang bertengger di atas gajah dengan mengacungkan tangannya yang bersenjata kampak. Filosofi yang didapat dari perwujudan ini adalah sesuai dengan tugasnya memelihara kehancuran, yang berarti menghalau segala kejahatan yang akan menghancurkan dunia.
Arca Gajah yang ditemukan di Kupang dugaan sementara adalah arca seperti yang terdapat dalam epos karivarada, untuk temuan ini di indonesia masih tergolong langka. Karena wujud yang dapat dikenali secara awam nampak seekor Gajah maka disebut Arca Gajah.
Batang, 1Agustus 2008
Sumber bahan:
Ferdinandus, F.E.J.1974 Wisnu diatas Garuda, Fakultas Satra Universitas Indonesia Jakarta.
Suyatmi Satari, 1977 laporan penelitian Kepurbakalaan di daerah Pekalongan, Batang dan Kendal ,pusat penelitian peninggalan purbakala nasional (Pus P 3 N ) Jakarta
Gunadi Nitihaminoto, 1978 Eksvasi Candi Cepit di Kabupaten Batang, Proyek Penelitian Peninggalan Purbakala Yogyakarta ( P4Y ) Yogyakarta
Kanwil Departemen P dan K Propinsi Jawa Tengah Laporan Inventarisasi Kepurbakalaan Kantor Dep P dan K Kabupaten Batang ( dalam Proyek Inventarisasi sejarah dan Peninggalan Kepurbakala 1981/1982 )
SELAMAT DATANG SISWA BARU SMA N 1 BATANG
Minggu, 24 Mei 2009
Vokasi Guru Seni Musik
Kenangan di Diklat Vokasi 1 Guru Seni Musik SMA di Yogyakarta Tanggal 6 sampai 19 Mei 2009
Pada Tanggal 6 sampai 19 Mei 2009, di PPPPTK Seni Budaya Yogyakarta diadakan diklat Vokasi 1 untuk guru SMP dan SMA meliputi teater,kriya dan musik daerah untuk guru SMP, sedangkan Tari dan Musik untuk Guru SMA.
Guru-guru Seni Musik SMA yang menjadi peserta diklat terdiri dari 29 orang guru berasal dari 1 orang dari Bali, 6 orang dari Jawa Barat, 7 orang dari Jawa Tengah, 2 orang dari DIY, 3 orang dari DKI, 2 orang dari Banten, 2 orang dari Lampung serta 7 orang dari Jawa Timur padahal yang dipanggil sebanyak 30 guru seni musik SMA.
Pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan (PPPPTK) seni dan budaya sesuai dengan Permendiknas nomor 8 tahun 2007 mempunyai tugas peningkatan kompetensi pendidikan seni dan budaya. Guru seni dan budaya yang berjumlah 26.073 orang tentunya perlu mendapatkan perhatian yang besar dalam hal peningkatan mutu. Ketidak kesesuaian latar belakang pendidikan para guru seni dan budaya juga perlu menjadi perhatian yang besar dalam hal peningkatan kompetensi. Penyelenggaraan pendidikan peningkatan kompetensi perlu dilakukan dengan perancangan yang baik dan menyentuh pada semua guru. Diklat vokasi untuk guru SMA bidang studi seni musik yang diselenggarakan oleh PPPPTK seni dan budaya merupakan salah satu usaha peningkatan mutu untuk guru-guru seni dan budaya khususnya untuk mata pelajaran seni musik pada jenjang SMA.
Adapun tujuan dari diklat ini adalah :
1. Meningkatkan kompetensi guru seni dan budaya program studi seni musik pada jenjang SMA
2. Memiliki guru yang mempunyai kompetensi yang baik dalam pendidikan seni dan budaya sebagai rekan kerja pengembangan pendidikan seni dan budaya di daerah.
Diharapkan hasil dari pelatihan ini antara lain :
1. Meningkatkan kompetensi guru seni dan budaya.
2. Tersusunnya program diklat peningkatan mutu guru seni dan budaya dai daerah.
3. Hasil karya seni musik.
Akhirnya dampak yang diharapkan dalam kegiatannya meliputi :
1. Peserta
Meningkatkan kompetensi guru dalam hal pembelajaran senida budaya.
2. Sekolah
Meningkatkan proses pembelajaran seni dan budaya di sekolah.
3. PPPPTK seni dan budaya
Memiliki jaringan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) melalui trainer di daerah.
SASARAN
1. Program
a. Kebijaksanaan PMPTK;
b. Kebijaksanaan pendidikan seni dan budaya;
c. Esensi pendidikan seni dan budaya;
d. Apresiasi seni;
e. Metode pembelajaran seni;
f. Harmoni dan aransemen;
g. Ansambel;
h. Komputer musik;
i. Pementasan;
j. KTSP;
k. Simulasi pembelajaran;
l. Rencana tindak lanjut;
m. Studi banding;
2. Peserta
Peserta sebanyak 30 guru seni dan budaya jenjang SMA se-Jawa,lampung,dan bali.
SERTIFIKASI
Sertifikat akan di berikan kepada peserta yang melalui persyaratan sebagai berikut :
1. Mengikuti kegiatan minimal 95% dan 5% ketidakhadiran dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan;
2. Menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu;
3. Memenuhi semua persyaratan adminitrasi yang ditetapkan.
DISKRIPSI MATERI
1. Kebijakan pendidikan nasional.
Memahami arah kebijakan program peningkatan mutu pendidikan oleh departemen pendidikan nasional.
2. Memahami arah kebijakan program peningkatan mutu pendidikan terkait dengan peningkatan mutu pendidikan seni dan budaya.
3. Esensi pendidikan seni.
Memahami hakekat , tujuan , fungsi, dan ruang lingkup (batasan-batasan) pendidikan seni di sekolah umum dan sekolah kejuruan.
4. Apresiasi seni.
Memberikan dan pemahaman tentang perkembangan musik dari berbagai aspek.
5. Metode pembelajaran seni.
Strategi pembelajaran seni dan budaya (musik).
6. Ansambel.
Pemberian pengalaman bermain secara musik secara bersama dengan materi hasil kegiatan penyusunan aranseman.
7. Komputer musik.
Pembelajaran teori dan praktik penulisan notasi musik menggunakan program aplikasi komputer.
8. Pementasan
Mementaskan hasil karya pembelajaran dan pelatihan.
9. KTSP.
Menjelaskan dan memahami ruang lingkup KTSP dengan pembelajaran seni dan budaya dan teknik penyusunnya.
10. Simulasi pembelajaran.
Melakukan praktik pembelajaran seni dan budaya khususnya pembelajaran seni musik.
11. Rencana tindak lanjut.
Munyusun rencana tindak lanjut pengembangan pendidikan seni dan budaya terutama seni musik untuk dikembangkan di daerah masing- masing.
12. Studi banding.
Melihat dan membandingkan bentuk pementasan seni musik sebagai sarana pembanding dan peningkatan apresiasi seni musik.
Pemberi materi adalah tim Widya Iswara PPPPTK dan dari Institut Seni Indonesia antara lain :
1. Prof. Dr Victor Genap dari ISI
2. Drs Ign. Budi Linggono, M.Pd. dari PPPPTK
3. Drs. S Kari Hartaya,M.Sn dari PPPPTK
4. Tri Widi Rahmanto, S.Pd dari PPPPTK
5. Drs. Muh Anugroho dari PPPPTK
6. Drs. F. Dhanang Guritno, M.Sn dari PPPPTK
7. Drs Heri Yonathan S, M.Sn. dari PPPPTK
8. Drs. Andit Kartika dari PPPPTK
9. Dra. Siti Ainun Jariyah, M.Pd. dari PPPPTK
10. Dra. Ceravina Susanti K dari PPPPTK
| PESERTA PROGRAM STUDI SENI MUSIK | ||
| Di PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta | ||
| Tanggal 06-19 Mei 2009 | ||
| | | |
| | | |
| NO | NAMA | INSTANSI |
| 1 | Made Santiasa, S.Pd | SMAN 1 Kuta Badung |
| 2 | Taufikurachman, S.Pd | SMAN 1 Kamal Bangkalan Madura |
| 3 | Sulistiyono, M.Pd | SMAN 1 Purwoharjo Banyuwangi Jawa Timur |
| 4 | Suhartono, M.Pd | SMAN 1 Kesamben Blitar Jawa Timur |
| 5 | Nurasich, S.Pd | SMAN Jatiroto Lumanjang Jawa Timur |
| 6 | Dra. Sri Peni Lestariningsih | SMAN Magetan Jawa Timur |
| 7 | Nanang Suatmadji, Drs | SMAN 1 Lawang Malang Jawa Timur |
| 8 | Kuncoro, S.Pd | SMAN 1 Karangkobar Banjarnegara Jawa Tengah |
| 9 | Solikhin, S.Pd | SMAN Jatilawang Banyumas Jawa Tengah |
| 10 | Ripanto, S.Pd | SMAN 2 Blora Jawa Tengah |
| 11 | Boedi Prihanto, S.Pd | SMAN 1 Grobongan Jawa Tengah |
| 12 | Sri Wahyuni, S.Pd. M.Pd | SMAN 1 Karanganyar Jawa Tengah |
| 13 | Andi Nusantara, S.Sn | SMAN 1 Imogiri Bantul DIY |
| 14 | Ruce Popowati | SMAN 1 Tawang sari, Sukoharjo Jawa Tengah |
| 15 | Ana Ary Setyaningsih, S.Pd | SMAN 2 Ngawi Jawa Timur |
| 16 | Endah Darmawanti, M.MP.d | SMAN 1 Tarumajaya, Bekasi Jawa Barat |
| 17 | Iyan Rusyana, S.Pd | SMAN Ciawi, Bogor Jawa Barat |
| 18 | Novalina, S.Pd | SMAN 1 Cihaurbeuh, Ciamis Jawa Barat |
| 19 | Teti Sugiarti, S.Pd | SMAN 1 Cianjur Jawa Barat |
| 20 | Asep Gunawan, S.Pd | SMAN Kasokandel, Majalengka Jawa Barat |
| 21 | Iwan Gunawan | SMAN 52 |
| 22 | Drs. Soni Karyawan S. | sman 1 Bayah Lebak Banten |
| 23 | Drs. Ali Nuroji | SMAN 1 Waringinkurung, Serang Banten |
| 24 | Naning Widayati | SMAN 2 Bandar Lampung Lampung |
| 25 | Drs. Supriyani S | SMAN 1 Negara Batin, Way Kanan Lampung |
| 26 | Harti, S.Pd | SMAN 1 Pengasih, Kulon Progo |
| 27 | Bambang Indriyanto, S.Pd | SMAN 1 Batang Jawa Tengah |
| 28 | Drs. Joko Priyatno | SMAN 1 Mejaya, Madiun Jawa Tengah |
| 29 | Hery Candrajaya, S.Pd | SMA N 69 |
Selasa, 31 Maret 2009
SELAMAT BELAJAR
BELAJAR DAN BERDOA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL
